Detak detik berjatuhan
Sedang hidup tak lebih dari sekedar menghitung
Searangkain keluh
Mimpi mimpi tinggalkan puing
Di sepanjang waktu
Duri menari nari menusuk
Dinding hati
Pedih meradang menusuk ke dada
Propaganda kehidupan serasa nyaman bermain di jiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar