Seperti hilang kejantananku
Terjebak dimatamu
Terperangkap disenyummu
Kata kata puisiku
Tak mempan di hadapanmu
Sungguh aku kalah
Aku menyerah
Jantungku memulai berdegub cepat
Berlahan lahan aku ikat
Menunggu waktu yang tepat
Pada rasa yang sepakat
Tuhan kali ini aku semogakan
Aku harap kamu iyakan
Aku janji akan sakralkan
Aku sumpah akan abadikan
Sampai dunia tamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar