Selasa, 16 Agustus 2022

DIRGAHAYU INDONESIAKU


Bendera yang telah lusuh itupun
Rupanya juga butuh kemerdekaan
Tak ingin sekedar jadi pajangan setiap kali tujuh belasan
Semegah apapun tiangnya ditinggikan
Hingga ketika paskibranya lengah 
Dia memudar kembali
Dan terbang bersama desir angin pagi
LIHAT ITU BENDERA YANG PALING BERANI
Kata anak anak jalanan
Yang tengah mandi dikali
BENDERA MACAM ITULAH YANG PATUT KITA HORMATI
Mereka memberi penghormatan yang jauh 
Dari seremoni upacara
WAH ITU BENDERA YANG PALING SEKSI
Kata seorang pelacur yang 
Belum sempat berpakayan
Di jendela apartemen sang pelanggan
Pelacur itu memberi penghormatan
Dengan sisa Kehormatanya yang penghabisan
DUHAI ITU BENDERA YANG PALING BENDERA
kata seorang penyair kepada sekuntum bunga
Yang tengah ia rayu untuk membocorkan rahasia
Tentang embun yang membasahai kelopaknya
ITULAH BENDERA YANG PALING TABAH
Teriak pimpinan demonstrasi
Yang nayaris menyerah
Menuntut hak hak buruh
Kepada pemerintah
AH ITU BENDERA YANG PALING TIDAK PENTING
ujar pimpinan Ormas garis keras
Yang tengah mengkafirkan kafirkan 
Perbedaan identitas
INILAH BENDERA YANG KITA TUNGGU, BENDERA YANG KITA KIBARKAN DULU
Kata seorang kakek renta
Dengan hembusan napas terakhirnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar