Biarkan lelaki itu melamun dan mematung sendiri dengan tatapan kosong, seraya melihat asap rokok yang terbang terbawa angin entah kemana.
Tuhan setiap hembusannya Ia duduk, dalam sendirinya Ia kerap bergulat dengan beban pikiran.
Andai dia terlahir sebagai wanita, mungkin telah menangis tersedu. Dalam hayalnya ; jika dia Nobita, mungkin akan memaksa Doraemon untuk mengeluarkan mesin pemutar waktu.
Iya, hanya untuk kembali pada masa lalu, di mana hari yang cerah itu Ia tengah asik bermain layang-layang. Sesaat senja berlari pulang dan berteriak memanggil : Ibu aku lelah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar