Minggu, 22 Mei 2022

Skenario Film

Skenario Film: pendidikan
Oleh: Sabinus kantus
Pemeran:
1. Didin
2. Ayah didin
3. Ibu didin
4. Pak domi
5. Karim 
Sinopsis: 
Didin merupakan seorang anak yang mempunyai harapan tinggi untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA meskipun ia tinggal di sebuah desa. Faktor ekonomi keluarga yang serba kekurangan membuat Didin harus ikut bekerja menjadi buruh tani. Suatu pagi saat Didin bekerja di sawah, ia melihat segerombolan pelajar berseragam lengkap hendak berangkat ke sekolah. Seketika itu, Didin berkhayal kapan ia bisa bersekolah seperti anak-anak tersebut. Pada suatu sore ketika Didin akan pulang dari sawah, terlihat sekelompok orang berjalan berlawanan arah sambil membawa peralatan pertanian. Didin penasaran dan terus bertanya-tanya dalam hati. Saat berpapasan dengan mereka, Didin justru di ajak bergabung. Ternyata mereka hendak menuju ke sekolah terbuka. untuk masyarakat tanpa batasan umur dan gratis. Pembelajaran di sekolah terbuka dilakukan sebanyak 3 kali seminggu yaitu pada sore hari. Akhirnya Andi ikut bergabung bersama sekolah terbuka hingga akhirnya ia bisa berkuliah dan meraih cita-citanya selama ini.
Skenario:
1. Di halaman rumah saat pagi hari
Ayah Didin sedang menyiapkan peralatan untuk dibawa ke sawah.
2. Di sawah pada pagi hari
Didin membantu ayahnya bekerja di sawah lalu ia melihat segerombolan orang hendak pergi ke sekolah terbuka
Naskah:
Didin dan Ayahnya bersiap berangkat ke sawah
Ibu: Hati-hati ya Didin
Didin: Iya bu (sambil tersenyum)
Didin dan ayahnya pergi ke sawah dan sesampainya di sawah, Didin langsung membantu ayahnya. Terlihat anak-anak berseragam mulai berangkat ke sekolah.
Didin: (Terdiam dan berkhayal sedang bersekolah dan bermain bersama teman-temannya)
Ayah: (Menepuk bahu Didin)
Didin: (Terkejut)
Ayah: Didin, Ayah percaya kelak kamu pasti bisa seperti mereka nanti.
Didin: Nanti itu kapan? (Dengan suara keras)
Ayah: Ada waktunya selama kamu punya kemauan.
Didin: Iya Ayah. Yasudah, Didin pulang dulu ya Yah.
Sepulang dari sawah, Didin bertemu dengan segerombolan orang yang membawa peralatan pertanian dengan arah berlawanan. Andi heran dan bertanya kepada salah satu warga.
Didin: Maaf Pak, warga itu mau pergi kemana ya? (Sambil terkaget karena mereka juga membawa alat tulis)
Pak Domi: Mereka itu mau pergi ke sekolah.
Dalam rombongan itu ada seorang teman Didin bernama Karim
Karim: Didin, ayo ikut ke sekolah!
Didin: Tidak ah, aku kan tidak punya uang untuk membayar sekolah.
Karim: Tidak apa-apa Didin. Kami pun juga tidak memiliki uang.
Karim mengajak Andi pergi ke sekolah secara bersama-sama saat itu juga. Setibanya di sekolah, Karim menjelaskan kepada Didin.
Karim: Didin, sekolah ini adalah sekolah terbuka untuk semua siswa tanpa batasan umur. Sekolah ini juga layak seperti sekolah umum. Semua biaya disini gratis dan akan mendapat alat tulis tanpa harus membayar. Siswa yang lulus juga akan memperoleh sertifikat.
Didin: Oh begitu ya. Kalau ikut sekolah gratis ini pasti aku bisa mencapai ciat-citaku nanti.
3 Tahun kemudian, Didin sudah lulus dari sekolah terbuka. Lalu ia melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Sejak saat itulah impiannya untuk bersekolah akhirnya tercapai.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar