Skenario Film: Kisah hidup Mia
Oleh: Sabinus kantus
Pemeran: 3orang (Mia, Lania, Damas)
Alur Cerita:
Mia adalah seorang wanita yang mengalah untuk menjadi tulang punggung keluarga. Terbiasa hidup mandiri tanpa bantuan orang tua, bahkan ketika susah dengan perlakuan suami.
Skenario:
Scene 1 Rumah Mia Sore menjelang malam
Riuh tawa sang anak membuat suasana rumah kala itu terlihat sangat bahagia. Sebuah kehangatan dari suami istri dan anak lelaki yang lucu. Mia masih bergurau dengan sang anak ketika Damas (suaminya) datang.
Damas: Mia, aku berhenti kerja.
Mia yang terkaget hanya diam, masih menunggu penjelasan apa yang dimaksud oleh suaminya itu.
Damas: Aku cape tiap hari disuruh lembur, sedangkan yang lain tidak. Kapan aku bisa hidup enak, gaji besar yang ada aku Cuma kerja lembur terus.
Mia: Bersyukurlah masih punya pekerjaan, banyak yang tidak seberuntung kita.
Damas merasa bosan dengan bahasa istrinya jika mengeluh tentang pekerjaan. Keinginannya hanya mau hidup enak, gaji besar, dan kerjaan yang tidak berat.
Damas: Lalu bagaimana dengan anak kita? (Mencoba mencari kepastian)
Damas: Kan kamu kerja, punya gaji kenapa bingung? (Sambil berlalu pergi, merokok di teras rumah)
Scene 2 Teras Rumah pagi hari
Mia: Aku hantar anak kita dulu ke rumah ibu, sekalian berangkat kerja. Tolong nanti jemuran diangkat ya kalau hujan. (Sambil menoleh kearah damas dan berlalu dengan sepeda motornya)
Damas hanya mengangguk tanpa berkata apapun. Pagi itu sebelum berangkat kerja Mia sudah memasak, mencuci, membersihkan rumah. Damas mulai hari ini nganggur di rumah, jadilah Mia yang bekerja seorang diri.
Scene 3 Rumah Tini (Ibu) sore hari
Mia pulang kerja dan menjemput anaknya yang diasuh oleh Ibu.
Lania: Apa benar Damas tidak kerja lagi? Lalu gimana kamu menghidupi anakmu?
Mia: Iya ibu, saya sekarang kerja sendiri. Menghidupi anak dan suami.
Lania tidak melanjutkan kata-katanya dan Mia pamit pulang.
Scene 4 Rumah Mia sore hari
Mia sampai rumah dengan menggendong anaknya. Begitu masuk melihat Damas tidur dengan TV masih menyala. Jemuran tidak diangkat walau tadi sempat hujan, jadilah pakaian menjadi basah lagi. Mia mencoba membangunkan Damas.
Mia: Damas, ayo bangun sudah mau malam. Itu jemuran tadi tidak diangkat padahal hujan jadinya basah lagi.
Damas: (Masih malas) Mana aku tahu kalau hujan, basah ya jemur lagi. Begitu saja ko repot.
Kemudian Damas bangun.
Scene 5 Rumah Sari pagi hari
Sudah beberapa hari Damas tidak bekerja sama sekali. Setiap hari hanya tidur dan menonton TV, bahkan pekerjaan rumah pun tidak mau membantu. Mia sudah mulai kewalahan karena uang juga dipegang oleh Damas, hingga pagi ini Mia memberanikan diri bicara dengan. Damas
Mia: Damas, aku butuh uang buat belanja dan beli keperluan bayi.
Damas: Ini aku kasih (Sambil memberikan uang 50 ribu)
Mia: Tidak cukup Damas, harga popok saja lebih dari ini.
Damas: Aku tidak mau tahu pokoknya itu yang kamu belanjakan.
Semakin hari perlakukan Agus semakin menjadi-jadi. Sari harus kerja setiap hari mencukupi hidup anak dan suaminya. Hingga suatu ketika pertengkaran tidak bisa dihindarkan. Sari dipukul di depan anaknya hingga jatuh, tidak bisa membalas hanya menangis sesenggukan.
Scene 6 Rumah Mia malam hari
Lania: Mia, kamu di rumah? (Memanggil Mia)
Mia: Iya ibu. (Berlari ke depan sambil menggendong anaknya)
Lania kaget dengan kondisi Mia yang lebam-lebam. Bertanyalah apa yang terjadi. Mia cerita apa adanya tentang apa yang dialaminya.
Lania: Di mana Damas sekarang?
Mia: Keluar entah kemana.
Tiba-tiba telpon berbunyi. Mia menerima panggilan itu, terdengar orang berbicara. Mia terdiam.
Lania: Kenapa?
Mia: Damas kecelakaan (tangis Mia pecah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar